Ingin Lancar dan percaya diri berbicara di depan umum

Dipandu oleh pengajar berpengalaman

Program kami dirancang oleh para profesional












Kesan peserta
Jadi speaker profesional mulai sekarang
POJOK TULISAN
BUKBER, BUDAYA ATAU GAYA?
Indonesia yang kaya budayanya dan terdiri dari keragaman Agama, Suku Bangsa dan Bahasa, yang memiliki keunikan setiap daerahnya.
Agama Islam,sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia. Menurut data BPS 2023,ada 87,06% atau 244.410.757 jiwa penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam.
Maka wajar,tahun ini,2025, saat memasuki bulan Ramadhan 1446 Hijriah disambut meriah umat Islam di Indonesia.
Selama bulan Ramadhan,umat Muslim berpuasa, tidak makan minum sejak waktu Sahur sampai waktu berbuka puasa di saat Magrib.
BUKBER adalah kegiatan berbuka puasa bersama,makan bersama di restoran, café sampai warung makan,bersama keluarga inti, keluarga besar, teman kantor, bersama teman komunitas, bahkan bersama dengan tetangga.
Termasuk di komunitas Mitra Garda Oto, khususnya untuk para Leader juga diundang Bukber di Hotel Sultan,19 Maret 2025,hari Rabu kemarin. Tentu menyenangkan bila bisa menghadiri undangan Bukber ini, dapat berkumpul dengan teman-teman, mendengarkan sharing berita dan cerita sambil menunggu bedug sebagai tanda waktu berbuka puasa. Dan tentu saja dimulainya berbuka puasa dengan minuman-minuman yang membasahi kerongkongan yang seharian kering dan gersang,dilanjutkan menyantap makanan pembuka seperti Kolak, Cendol atau Gorengan yang merangsang nafsu makan dan lidah bergoyang. Setelah puasa dibatalkan,biasanya umat Islam pergi sembahyang dulu ke Mesjid atau Mushola yang ada di Restoran atau Mall tersebut. Saat Kembali dari sembahyang,biasanya barulah melanjutkan acara makan bersama tersebut, sampai tuntas kenyang.
Hotel Sultan,yang letaknya di jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat,memiliki restoran Chinese Food Bernama, Nan Xiang. Restoran ini menyajikan semua menu masakan Chinese Food dan dijamin halal, maka aman disantap umat Muslim. Cara penyajiannya per meja bundar, diletakkan semua makanan yang sudah dipesan,dan tamu duduk mengelilingi meja makan bundar tersebut.
Yang disajikan sebagai minuman pembuka adalah teh hangat, teh manis, dan es cendol sebagai takjil. Lalu aneka Gorengan seperti Bakwan Jagung, Bakwan Sayuran, Bakwan Udang, Pangsit Goreng dan kue Onde bulat bertabur wijen pada kulitnya yang renyah, berisi inti kacang hijau manis lembut, dan Siomai Ayam. Disajikan juga yang hangat adalah Sop Baso Sapi dengan bihun dan sedikit sayuran hijau. Menu lainnya, Nasi Goreng, Mie Goreng, Bebek Peking, Udang Goreng Mentega, Cumi Goreng Tepung, Ayam Tepung Garing, juga Ikan Dori Goreng, serta tumisan sayur Buncis. Bagi saya seluruh makanan tersebut berkelebihan,karena kemampuan perut menampung makanan kan terbatas,walau mata masih bernafsu, namun lambung sudah terasa sesak. Luar biasa kenyang!
Lalu apa artinya BukBer bagi masyarakat Indonesia?
Tidak seluruh masyarakat Indonesia bisa seberuntung saya dan teman-teman Leader Garda Oto kemarin,mendapatkan undangan makan berbuka puasa di hotel Sultan,yang megah dan letaknya di jantung ibu kota Jakarta. Namun,sesederhana apapun hidangan berbuka puasa bersama,menurut saya, sesungguhnya artinya mensyukuri satu hari lagi puasa yang sukses dijalani,dan waktunya bergembira, menang atas puasa hari itu.
Kondisinya saat itu adalah merasa bersyukur, yang saya sebut dengan “State awal” bersyukur, diberi panjang umur satu hari lagi untuk berbuka puasa.
Bisa juga state awalnya adalah bahagia, gembira karena bisa berjumpa dengan keluarga, teman, relasi, setelah sekian lama tak jumpa.
Dari state awal ini,bisa diberikan state lanjutan di atas state awal,misalkan perasaan disayang, karena diundang dan diperhatikan, atau perasaan diterima dalam kumpulan keluarga, atau komunitas tersebut.
Sedemikian berarti suatu acara Buka Puasa Bersama bagi masyarakat Indonesia ya. Hebat!
Kemudian apa manfaat dan kerugian dari kegiatan Bukber ini bagi lingkungan sekitar?
Manfaat untuk yang diundang bertemu tadi sudah saya sampaikan, sedangkan untuk yang mengundang tentu bahagia juga bila tamu yang diundang mau hadir semuanya, menghargai undangan dan niat baik si tuan rumah. Bagi restoran-restoran tempat BukBer tentu menguntungkan, meraup banyak cuan dengan penuhnya meja-meja di restoran mereka, saat berbuka puasa. Asalkan saat siang harinya juga tetap buka untuk melayani tamu yang tidak berpuasa,sehingga omzet restoran lumayan tinggi di bulan puasa dibandingkan hari biasa-biasa.
Selain keuntungan, apakah ada kerugian kegiatan BukBer bagi lingkungan sekitarnya? Selama jam menjelang waktu buka puasa, di kota metropolitan seperti Jakarta,maupun kota-kota penyangga sekitarnya,Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi terasa lalu lintas cenderung ramai dan padat sampai macet total di beberapa jalan. Tentu bagi masyarakat yang tidak ikutan puasa,juga tidak ikutan acara berbuka puasa,namun terhalang perjalanannya menjadi terganggu. Namun sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang majemuk, kita seyogyanya bisa bertoleransi dan memaklumi saat-saat padat lalin ini. Dan bila tidak ingin terjebak dalam kemacetan,maka hindari di jalan raya saat jelang jam buka puasa, minimal 1 sampai 1,5 jam sebelumnya. Atau bagi yang tidak berpuasa,bisa ikutan hadir dan memesan makanan di restoran pada saat buka puasa, menikmati suasana kegembiraan teman-teman yang berbuka puasa dan merasakan syukur serta takjub pada budaya Indonesia ini. Pilih State Anda yang memberdayakan diri, dengan bersyukur dan takjub,dari pada terjebak pada State yang memperdayakan,saat berada dalam kemacetan penuh emosi kesal dan marah sendirian.